Kawasan Braga pernah tercatat sebagai kawasan bergengsi pada masa Belanda. Jalan yang cukup melagenda dengan arsitektur bangunan yang bergaya klasik romantik, art-deco, indo-europeanen, neo klasik dan modern berasal dari bahasa "Ngabaraga" yang artinya bergaya.
Gedung Sate dibangun pada tahun 1920 – 1924 di Wihelmina Boulevard (sekarang Jalan Diponegoro); peletakan batu pertama oleh Nona Johana Caaatherine Coops, putrid sulung Walikota Bandung B. Coops. dan Nona Petronella Roelofsen yang mewakili Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia.



